10 Tips Cara Mengatasi PC dan Laptop yang Mulai Lemot bin Lambat: Based on Pengalaman Sendiri

"Cara mengatasi PC dan Laptop yang lemot", admin yakin ini adalah salah satu judul artikel terlegend yang pernah ada di Pencarian Google. Betapa tidak, admin yang buat artikel ini saja juga pernah mengalami yang namanya komputer lemot, lelet, keong, lambat dan lain sebagainya. Jadi wajar saja jika admin bilang di awal tadi jika judul artikel ini paling banyak dicari dan paling banyak dibuat.

10 Tips Cara Mengatasi PC dan Laptop yang Mulai Lemot bin Lambat: Based on Pengalaman Sendiri

10 Tips Cara Mengatasi PC dan Laptop yang Mulai Lemot bin Lambat: Based on Pengalaman Sendiri
10 Tips Cara Mengatasi PC dan Laptop yang Mulai Lemot bin Lambat: Based on Pengalaman Sendiri

Bicara soal komputer lelet, lemot, lambat. Sebenarnya ada banyak faktor yang mempengaruhi kenapa PC atau laptop bisa lemot. Selain itu juga komputer lemot tergantung dari mana kamu menilainya. Ada pengguna komputer yang sudah memiliki spesifikasi PC atau Laptop yang mumpuni, namun masih di anggap lemot atau Lag ketika diajak bermain game. Ada yang punya spesifikasi PC atau laptop biasa-biasa saja tapi sudah dianggap ngebut bin lancar karena produktivitas yang biasa dilakukan bisa dihandle dengan baik.

Namun begitu secara umum, ada beberapa dari komponen PC atau laptop yang dianggap memiliki sumbangsih penting dalam menentukan PC atau laptop menjadi lemot. Berikut ini adalah beberapa Tips yang bisa kamu praktikkan ketika menghadapi PC atau laptop yang mulai lambat.

Bersihkan Debu
Nah loch, memang apa hubungannya membersihkan dengan lemotnya PC atau Laptop? Sangat loh gan, karena debu yang banyak menempel di komponen PC maupun laptop semisal akan menghambat aliran udara yang masuk dan keluar. Otomatis terhambatnya aliran udara ini akan membuat suhu atau hawa panas yang ada di dalam komputer akan meningkat. Dengan kata lain semakin tinggi panas yang tidak terbuang akibat debu, maka akan membuat komponen komputer menjadi Throttling. Walhasil komputer akan menjadi lelet.


Oleh karena ini rajin-rajinlah untuk membersihkan PC maupun laptop dari debu. Sehingga performanya tetap terjaga. Khusus untuk laptop jika kamu kurang yakin untuk membersihkannya sendiri, bisa membawanya ke tukang service arau service Center.



Scan Virus
Ini nih, siapa tahu Laptop atau PC kamu yang lemot itu karena ulah dari virus. Coba lakukan Scan pada PC atau laptop kamu dengan menggunakan antivirus. Usahakan untuk Scan virus menggunakan antivirus lebih dari satu agar bisa maksimal. Selain itu update data based antivirus supaya antivirus bisa mengenali dengan baik virus-virus terbaru.


Cek Aplikasi Startup
Ini juga nih yang punya sumbangsih besar bikin komputer jadi lambat, terutama pada saat pertama kali dinyalakan yaitu aplikasi startup. untuk yang satu ini kamu bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga semisal Revo uninstaller atau aplikasi antivirus yang biasanya di dalamnya juga terdapat fitur untuk disable start up.

Hapus Plug in atau Add on Browser
Ini salah satu pengalaman admin juga nih yang dulu cukup sering menginstall banyak aplikasi yaitu Add on browser. Sadar atau tidak ketika kamu coba menginstall aplikasi gratisan, terkadang di dalamnya itu terdapat semacam additional aplikasi yang turut ikut terinstal ketika kamu menginstall aplikasi gratisan tadi.


Maka dari itu jangan sembarang menginstall aplikasi dan jangan main next-next saja ketika menginstall aplikasi. Perhatikan dan baca dengan teliti. Karena ada beberapa aplikasi juga yang disinyalir menyebarkan virus ransomware. Itu tuh virus yang bisa mengenkripsi data-data penting kamu di HDD, kemudian meminta sejumlah tebusan.

Ganti Thermal Pasta
Setelah membersihkan debu yang menempel di komponen komputer, ada baiknya kamu juga memerikan kondisi dari thermal paste. Jika sudah tampak kering atau mengeras, maka segera lakukan penggantian. Karena thermal pasti yang sudah kering mengeras tidak akan bisa mengantarkan panas secara maksimal dari komponen ke Heatsink. Thermal paste sendiri biasanya berasa di CPU atau prosesor, selain itu juga terdapat pada VGA Card, tapi khusus untuk VGA Card jangan sembarangan mengganti thermal paste karena bisa menghanguskan garansi.


Saran dari admin gantilah thermal paste bawaan misal pada laptop dengan thermal paste After market semisal Noctua, Thermaltake, id-cooling dan lain sebagainya, karena thermal paste aftermarket lebih baik ketimbang yang bawaan.

Upgrade Kapasitas RAM
Jika aplikasi yang sering kamu gunakan, sering kamu buka sudah cukup banyak sehingga sering terjadi lemot pada PC atau laptop kamu, maka ada baiknya untuk mengupgrade kapasitas RAM. Khusus untuk laptop, coba kamu lihat juga apakah masih ada slot RAM yang kosong karena beberapa produsen laptop salah satunya ASUS memiliki build in RAM alias RAM nya di solder,


sedangkan cuma menyisakan 1 slot RAM saja. Apabila slot ram yang kosong sudah tidak ada lagi, maka mau tidak mau kamu harus mengganti RAM yang sudah ada dengan module RAM yang baru dan tentu ini akan terkesan mubazir. Terkait soal RAM ini sudah pernah admin buatkan tata cara upgrade RAM yang benar melalui tutorial yang ada di sini.


Upgrade VGA
Khusus untuk VGA ini jika kamu seorang yang suka bermain game dengan setting grafis rata kanan. Yah, upgrade VGA cukup dibutuhkan apabila kamu memang ingin mengejar setting grafis tinggi. Namun begitu jika kamu orang yang tidak terlalu mempermasalahkan grafis alias yang penting playable saja, maka bisa tetap menggunakan VGA Card yang ada. Ditambah harga kartu VGA sekarang masih terbilang mahal.

DeFrag HDD
Ini nih yang sepertinya cukup sering dilewatkan oleh pengguna komputer yaitu dengan men-defrag HDD. Seiring berjalannya waktu maka HDD yang sudah kamu gunakan akan turun performanya karena proses copy, paste, move data dan lain sebagainya sehingga perlu dilakukan penataan ulang. Fungsi dari deFrag HDD ya itu buat menata ulang block-block data yang sudah kacau balau tadi. Oleh karena itu jika sudah merasakan akses file ke HDD sudah mulai melambat, maka ada baiknya kamu men-deFrag HDD. Panduan lengkap tentang deFrag HDD ini bisa kamu baca di sini.
Ganti ke SSD


Rasanya sudah menjadi sebuah keharusan jika di tahun 2018 ini kita sebagai pengguna komputer menggunakan SSD atau solid State Drive. Admin RacikPC.com saja sampai bela-belain nabung buat beli SSD agar bisa mendapatkan waktu booting dan waktu akses aplikasi yang lebih cepat. Yah memang harga SSD tidaklah murah, namun usahakan untuk menggunakan SSD setidaknya untuk booting Windows saja. SSD dengan kapasitas 128GB sudah cukup untuk menginstall Windows, adobe Photoshop, adobe Premier, Microsoft Office dan lain sebagainya.

Buat kamu yang dalam waktu dekat ini ingin mengganti HDD ke SSD pada laptop atau PC namun tidak mau install ulang, bisa baca-baca tutorial caranya di sini sedangkan buat kamu yang bingung pilih SSD M.2 atau 2,5 inchi bisa baca dan tonton videonya di sini.


Ganti HSF atau Migrasi ke AIO Water Cooling
Tidak ada salahnya jika kamu punya dana lebih untuk mengganti HSF yang sudah ada ke Water Cooling, karena memang di beberapa pengujian yang sudah admin lihat sendiri, suhu CPU jadi lebih adem ketika menggunakan AIO Water Cooling ketimbang HSF. Hanya saja memang untuk urusan AIO Water Cooling ini kamu harus ekstra teliti karena pasalnya sudah menjadi rahasia umum jika AIO Water Cooling sering mengalami kebocoran dan bahkan juga menimpa merek-merek terkenal.

Saran dari admin untuk baca-baca review dulu sebelum membeli sebuah AIO Water Cooling dan juga belilah Water Cooling yang sudah terbukti bagus. Yah setidaknya meminimalisir terjadinya kebocoran, walaupun sebenarnya tidak ada jaminan penuh jika AIO Water Cooling yang kamu beli tersebut terbebas dari yang namanya kebocoran.

Yah sebenarnya ada banyak faktor yang menentukan sebuah PC atau laptop menjadi lemot. Salah satunya adalah faktor usia. Itulah 10 Tips atau cara yang bisa admin bagikan ke kamu tentang bagaimana cara memperbaiki komputer yang mulai lemot. Jika kamu punya Tips lain silahkan tulis di kolom komentar dan jangan lupa untuk +1, like dan bagikan. Salam admin RacikPC.com

10 Tips Cara Mengatasi PC dan Laptop yang Mulai Lemot bin Lambat: Based on Pengalaman Sendiri