Bantu Kasih Rekomendasi Dong Prosesor Apa yang Cocok untuk Rakit PC Budget Minim: Kalau Bisa Buat Gaming dan Editing Video

Pilih AMD atau Intel ya? Bingung nih mau pilih yang mana. Kalau bisa yang bisa digunakan untuk bermain game dan edit-edit video. Selain itu wajib murah, soalnya budget saya minim.. hehehe... Jiah admin ikut ketawa juga nih. Okey deh, ini admin RacikPC.com akan berbagi pengalaman tentang bagaimana cara memilih CPU a.k.a Prosesor yang cocok untuk dirakit menjadi PC idaman. Simak penjelasan lengkapnya berikut

Bantu Kasih Rekomendasi Dong Prosesor Apa yang Cocok untuk Rakit PC Budget Minim: Kalau Bisa Buat Gaming dan Editing Video

Bantu Kasih Rekomendasi Dong Prosesor Apa yang Cocok untuk Rakit PC Budget Minim: Kalau Bisa Buat Gaming dan Editing Video
Bantu Kasih Rekomendasi Dong Prosesor Apa yang Cocok untuk Rakit PC Budget Minim: Kalau Bisa Buat Gaming dan Editing Video

Setelah 2 artikel sebelumnya admin bahas tentang pengalaman admin RacikPC.com dalam memilih RAM dan VGA Card yang bisa kamu baca di sini dan di sini. Sekarang giliran CPU atau Prosesor. Yup sebuah otak dari komputer. PC idaman kamu tidak akan pernah bisa menyala jika tidak ada CPU a.k.a Prosesor di dalamnya. Yah walaupun sebenarnya PC juga tidak akan menyala jika tidak listrik PLN hehehe..

Part proses sendiri adalah komponen yang tidak admin pikir panjang dalam pemilihannya. Karena untuk CPU sendiri di dunia nan bulat seperti gomak goreng ini cuma ada 2 produsen CPU yaitu Intel dan AMD. Intel dengan seri iCore Series nya dan AMD dengan Ryzen. Beda cerita dengan RAM yang banyak produsen pembuatnya atau VGA yang walau cuma ada 2 pembuat chip di dunia ini yaitu AMD dan Nvidia namun dalam pemasarannya lebih banyak diserahkan pada pihak ketiga sepeti ASUS, Zotac, Palit, iGame, Inno3D, Galax, Manli, dan lain sebagainya.

Namun untuk prosesor ini kita sebagai pembeli tidak akan dibuat pusing dalam pemilihan brand. Yah karena seperti yang sudah admin bilang di awal tadi cuma ada Intel dan AMD. Hanya saja mungkin yang menjadi pertimbangan kita sebagai PC Builder di Indonesia adalah seri dari prosesor itu. Karena dari seri dan keluarga proses itu sendiri kita bisa mengetahui performa prosesor tersebut, fiturnya serta seberapa besar dalam mengonsumsi daya listrik. Semua akan tertuju pada satu tujuan yaitu apakah proses yang akan kita beli dapat memenuhi ekspektasi/kebutuhan.

Nah buat kamu yang mungkin dalam waktu dekat ini berencana untuk merakit PC, admin akan coba bagikan pengalaman serta pertimbangan admin dalam memilih sebuah prosesor. Adapun beberapa pertimbangan atau faktor tersebut adalah sebagai berikut:

Kebutuhan
Biasanya faktor pertama yang admin jadikan acuan adalah harga, namun berbeda untuk pemilihan prosesor kali ini yaitu kebutuhan. Soalnya menurut admin harga sendiri akan menyesuaikan dengan kebutuhan. Dari awal membangun PC, admin sudah bulatkan tekad jika kebutuhan admin RacikPC.com mem-build PC adalah untuk 2 kebutuhan yaitu Gaming dan Rendering Video.

Jadi tidak alasan dari admin untuk mengabaikan salah satu dari 2 kebutuhan tersebut, sifatnya mutlak. Pikir admin kala itu "Sayang banged jika merakit sebuah PC jika hanya untuk Gaming saja.. Mubazir". Tapi yah beda orang kan beda kebutuhan, jadi mungkin ada orang yang merakit PC untuk kebutuhan standar saja semisal cuma untuk mengerjakan tugas kantoran, browsing dan sedikit streaming video, namun ada juga yang untuk pekerjaan berat semisal editing video.

Karena harga yang dikeluarkan untuk merakit PC terbilang mahal, maka secara praktis pikir admin adalah harus Powerfull serta merangkul semua kebutuhan. Kebetulan banged pada tahun 2017 ini adalah saat-saat kebangkitan dari AMD melalui lini produknya Ryzen.

Awalnya admin ingin merakit PC dengan CPU dari Intel karena pilihan yang masuk akal pada saat Ryzen belum keluar ya Intel. Dengan opsi Core i5 entah itu Skylake atau Kabylake, namun seperti yang sudah admin sebutkan di atas tadi, Ryzen keluar dan admin RacikPC.com banyak menonton Reviewnya. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya admin menjatuhkan pilihan pada Ryzen 1600x yang menurut admin masuk di akal untuk harga dan performa yang diberikan. Oh iya Itu pilihan admin saja ya, bukan bermaksud untuk mengarahkan kamu memilih Ryzen.

Harga
Pada akhirnya point krusial ini malah admin taruh di nomor kedua. Alasannya kalau kamu sudah tahu prosesor dari kubu mana yang akan kamu beli, maka harga akan mengikuti saja. Selain itu di setiap keluarga prosesor terdapat seri. Mulai dari seri bawah, tengah dan tinggi. Asalkan masih dalam satu keluarga CPU nya, misalkan CPU Kabylake, Coffelake, maka tinggal ambil seri yang sesuai dengan budget kamu saja.

Misalkan lagi nih cuma punya budget pas-pasan maka ambillah seri i3 atau bila perlu seri Pentium G sekalian. Kalau punya budget biasa/menengah maka ambil i5 dan kalau punya budget sultan, ambil i7 versi unlock sekalian. "Min bagaimana kalau budget saya sedikit tapi ingin tetap bisa overclock CPU dan RAM?" Jawabannya ada 2, ambil CPU Intel seri non K (Locked) tapi Motherboard seri Z200 atau Z300, atau ambil dari kubu merah yaitu AMD dengan Ryzen nya. Karena semua prosesor seri Ryzen semuanya bebas overclock CPU dan RAM

Fitur
Masing-masing CPU sebenarnya punya fitur unggulan. Namun pada umumnya hampir sama saja, atau beda dalam penamaan saja. Untuk yang satu ini admin kurang begitu mendalami pada saat membeli prosesor kemarin. Karena yakin saja pasti fitur yang dibawa prosesor tersebut pada bagus-bagus.

Sebagai catatan saja jika kamu ingin menggunakan fitur Intel Optane, maka cuma bisa diterapkan pada CPU Intel Kabylake. Selain itu juga bisa overclock RAM di atas 3000 Mhz dengan stabil, beda cerita dengan Ryzen yang masih belum stabil dan masih terus di update BIOS nya. Itu berdasarkan pengalaman admin sendiri serta pengalaman dari beberapa builder PC Indonesia. Namun bukan berarti RAM pada Ryzen tidak bisa di overclock stabil ya. Karena banyak faktor yang bisa menentukan seberapa tinggi Memory bisa di overclock.

Dukungan a.k.a Future Proof
Kalau yang satu ini soal soket prosesor. Jadi misalkan nih 1 tahun ke depan ada prosesor baru lagi. Nah biasanya kan soket nya juga beda, kalau beda otomatis harus beli Motherboard. Beli Motherboard keluar duit lagi. Jadi misalkan ke depannya nanti ada rencana mau upgrade prosesor maka belilah CPU yang mendukung soket jangka panjang. Kecuali kalau jangka update kamu lebih dari 5 tahun, maka pertimbangkan ini bisa diabaikan.


Keempat di atas adalah pertimbangan admin dalam membeli sebuah prosesor. jadikan keempat faktor di atas sebagai bahan referensi saja, dan jangan jadikan patokan utama karena itu berdasarkan pandangan dari Admin RacikPC.com sendiri. Terlebih beda orang kan beda selera juga beda kebutuhan. Semua yang admin tulis berdasarkan sudut pandang admin sebagai builder PC kere budget.

Tinggal sesuaikan saja antara kebutuhan dan budget kamu. Selain itu misalkan ada rencana ke depan untuk upgrade PC maka belilah CPU atau prosesor yang didukung soketnya dalam jangka waktu lama atau setidaknya CPU yang bisa mengakomodir kebutuhan kamu dalam 5 tahun ke depan. Oh iya buat yang ingin tahu hasil dari rakitan PC admin bisa baca dan tonton videonya di sini.

Admin sangat senang sekali jika kamu dapat menuliskan komentar dalam bentuk saran dan kritik yang membangun, karena admin RacikPC.com sendiri masih awam banged soal part-part komputer. Ini juga merupakan pengalaman admin pertama kali untuk merakit sebuah PC. Okey jika dirasa bermanfaat silahkan +1, like dan bagikan. Semoga bermanfaat, salam admin RacikPC.com

Bantu Kasih Rekomendasi Dong Prosesor Apa yang Cocok untuk Rakit PC Budget Minim: Kalau Bisa Buat Gaming dan Editing Video